Sunday, April 6, 2014

ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku

System Adventure - Asus Notebook Terbaik dan Favoritku mungkin terdengar lebay tapi ini adalah kenyataan dikarenakan beberapa alasan. Pertama secara pribadi penulis sudah menggunakan notebook asus dengan tipe asus x201e ini selama 1 tahun, dan dari segi performa bagus dengan perbandingan harga yang terbilang sangat terjangkau. Juga ukuran layar yang tidak terlalu kecil 11,6 inch dan sumber baterai yang tahan lama dan konon katanya teknologi baterai unibody (baterai yang menyatu dengan body) lebih awet ketimbang yang bisa bongkar pasang.

Sampai saat ini notebook asus penulis masih tahan sampai dengan 4 jam 15 menit untuk aktifitas mengetik sambil mendengarkan music player. nah, dari segi audio juga asus tipe x201e ini menggunakan teknologi sonic master. setelah sebelumnya asus bekerja sama dengan altec lansing tentu technology yang satu ini ga kalah kerennya dong. Alhasil musik – musik yang dimainkan pun menjadi teman setia baik dengan headphone maupun tanpa headphone.

Tentu dibandingkan dengan notebook asus merk lain pasti ada kelebihan dan ada kekurangannya. Dan yang terpenting ini adalah masalah selera. Awalnya memang membeli notebook ini karena budget yang pas pasan. Akan tetapi ini justru yang membuat semua itu menjadi menarik. Dengan kondisi penulis yang kala itu memiliki budget pas-pasan tentu penulis akan lebih selektif dalam memilih dan memilah untuk menjatuhkan pilihan pada notebook terbaik. Setiap orang pasti tidak mau dong barangnya cepat rusak ataupun performa notebooknya kacau karena secara tidak langsung. Notebook inilah yang akan menjadi senjata untuk bertempur dalam menulis.

Beberapa orang mungkin akan bertanya.. ah itu ga cepet rusak karena penulis aja yang apik jaga notebooknya kalo saya pasti beda kenyataannya.. Ga juga kok. Ya tentu kalau dibanting jelas notebok mana juga bakalan ngambek, tapi penulis tidak ada tips khusus dalam merawat notebook asus yang satu ini. Beberapa kali notebook ini pernah terbentur dalam skala ringan, tertindih dalam skala ringan dan karena dipakai lebih dari 12 jam setiap harinya tentu debu menjadi musuh utama, oh iya tidak lupa juga pernah ketumpahan air juga. Untungnya cepat dimatikan dan didiamkan dulu beberapa saat. Dan sampai saat inipun penulis masih menggunakan notebook asus yang dibeli 1 tahun yang lalu. Beda lagi tentunya ketika notebook asus ini dipegang oleh seorang cewek. Karena waktu itu penulis belinya sebulan setelah cewek penulis beli. Kondisi notebook asus dia keliatan cantik bersih dan masih seperti baru.

Kesimpulannya adalah, jika anda mau membeli notebook dengan budget minimum tapi awet asus perlu dilirik. Namun, mungkin semua kembali lagi perihal selera ada orang yang mungkin lebih melihat brand. Walaupun brand tidak pernah menjadi jaminan. Penting untuk diketahui adalah kebutuhan anda dan tentu saja budget, dan kemudian baru kita mencari, setelah itu kembali penulis mengingatkan bahwa asus perlu dilirik. Sekian pengalaman penulis dalam menggunakan notebook asus x201enya. Semangat!!

Saturday, August 13, 2011

Error #2002 Server is not responding

Semalem install Xampp abis itu nyoba install wamp ternyata dua-duanya berakhir dengan error yang sama yaitu #2002 – The server is not responding on phpMyAdmin hehe .. pusing juga akhirnya utak atik sana-sini. nggak sembuh-sembuh juga errornya, pertama kali error ini ada di xampp ternyata setelah xampp diremove dan nyoba pake wamp sama juga. wahh ada apa-apanya kan berarti. peringatan yang muncul kira kira seperti ini

#2002 – The server is not responding (or the local MySQL server’s socket is not correctly configured)

utak atik akhirnya nemu juga. ternyata jalur servernya default and setelah saya isi manual bisa deh eng ing eng...

kira kira filenya ada di config.inc phpmyadmin. sebagian isina kayak gini sebelum diubah

$cfg['Servers'][$i]['verbose'] = 'localhost';
$cfg['Servers'][$i]['host'] = 'localhost';
$cfg['Servers'][$i]['port'] = '';
$cfg['Servers'][$i]['socket'] = '';
$cfg['Servers'][$i]['connect_type'] = '';
$cfg['Servers'][$i]['extension'] = 'mysqli';
$cfg['Servers'][$i]['auth_type'] = 'config';
$cfg['Servers'][$i]['user'] = 'root';
$cfg['Servers'][$i]['password'] = '';
$cfg['Servers'][$i]['AllowNoPassword'] = true;

setelah saya ubah maka bentuknya akan seperti inih :

$cfg['Servers'][$i]['verbose'] = 'localhost';
$cfg['Servers'][$i]['host'] = 'localhost';
$cfg['Servers'][$i]['port'] = '';
$cfg['Servers'][$i]['socket'] = '';
$cfg['Servers'][$i]['connect_type'] = 'socket';
$cfg['Servers'][$i]['extension'] = 'mysqli';
$cfg['Servers'][$i]['auth_type'] = 'config';
$cfg['Servers'][$i]['user'] = 'root';
$cfg['Servers'][$i]['password'] = '';
$cfg['Servers'][$i]['AllowNoPassword'] = true;

mm semisal ndak jelas monggo ditanyakan di komment or bisa juga di googling di tempat lain. salam semangat!!